Balai Besar POM di Jayapura Jalani Audit Surveillance KAN untuk Jamin Mutu Pengujian

07-05-2026 Jayapura Dilihat 113 kali

Jayapura – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Jayapura telah melaksanakan kegiatan audit surveilans yang dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tanggal 28-29 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menilai kesesuaian serta memastikan konsistensi implementasi standar SNI ISO/IEC 17025:2017 di lingkungan laboratorium BBPOM di Jayapura. Standar ini menjadi acuan utama untuk menjamin keabsahan hasil uji serta kompetensi personel laboratorium pengujian.

Selama dua hari pelaksanaan, tim asesor KAN melakukan serangkaian asesmen dan evaluasi yang mencakup pemeriksaan dokumen mutu laboratorium, observasi langsung kegiatan pengujian di laboratorium, serta wawancara dengan personil terkait. Audit ini menitikberatkan pada aspek teknis dan manajerial, termasuk verifikasi metode, jaminan mutu hasil pengujian, serta kompetensi personil laboratorium.

Herianto Baan, Kepala BBPOM di Jayapura, menyampaikan bahwa kegiatan audit surveilans ini merupakan momentum penting untuk memastikan bahwa seluruh proses pengujian yang dilakukan oleh BBPOM di Jayapura tetap memenuhi standar SNI ISO/IEC 17025:2017. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pengujian BBPOM di Jayapura dan menjamin kepastian mutu dari hasil pengujian yang dilakukan sehingga dapat melindungi masyarakat dari produk obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat dan memberi kepercayaan kepada masyarakat terutama pihak ketiga atas kinerja BBPOM di Jayapura” ujarnya.

Melalui pelaksanaan audit surveilans ini, diharapkan dapat memberikan rekomendasi perbaikan guna peningkatan implementasi sistem manajemen mutu standar SNI ISO/IEC 17025:2017 di laboratorium BBPOM di Jayapura. BBPOM di Jayapura juga menegaskan komitmennya dalam mendukung sistem pengawasan obat dan makanan yang profesional, kredibel, dan berintegritas, sejalan dengan peran Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam melindungi kesehatan masyarakat.

Sarana