BBPOM di Jayapura Ajak Masyarakat Menjadi Konsumen Cerdas Melalui Talkshow di RRI Kota Biak

26-05-2026 Jayapura Dilihat 100 kali

Biak – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura terus memperkuat edukasi kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih dan menggunakan obat serta makanan yang aman. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan talkshow interaktif bertajuk “Cerdas Memilih Obat dan Makanan Aman untuk Keluarga” yang disiarkan secara langsung oleh RRI Kota Biak pada Kamis (21/5/2026).

Talkshow menghadirkan Kepala BBPOM di Jayapura, Herianto Baan dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Rachmat Parlindungan sebagai narasumber. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih produk obat, makanan, kosmetik, obat tradisional, dan suplemen kesehatan yang aman serta memenuhi ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBPOM di Jayapura menyampaikan bahwa keamanan obat dan makanan merupakan aspek penting yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan kualitas hidup keluarga.

“Setiap hari masyarakat mengonsumsi makanan dan minuman serta menggunakan berbagai produk kesehatan seperti obat, kosmetik, obat tradisional, dan suplemen kesehatan. Apabila produk yang digunakan aman dan bermutu, maka akan memberikan manfaat bagi kesehatan. Sebaliknya, produk yang tidak memenuhi persyaratan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius,” ujar Herianto.

 Ia menjelaskan bahwa risiko yang dapat timbul akibat penggunaan produk yang tidak aman antara lain keracunan pangan, gangguan kesehatan akibat penggunaan obat yang tidak tepat, hingga efek samping yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah tergiur oleh produk yang menawarkan manfaat secara instan.

 Menurut Herianto, masih terdapat anggapan di masyarakat bahwa seluruh produk yang beredar di pasar, toko, kios, maupun platform daring telah dipastikan aman untuk digunakan. Padahal, masyarakat tetap perlu melakukan pemeriksaan terhadap produk sebelum membeli atau menggunakannya.

 “Tidak semua produk yang dijual bebas otomatis aman. Masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas dengan memeriksa legalitas dan informasi produk sebelum membeli. Jangan hanya tergiur harga murah, kemasan menarik, atau testimoni yang beredar di media sosial,” tegasnya.

 Dalam dialog tersebut, Herianto juga menjelaskan beberapa risiko yang perlu diwaspadai masyarakat, antara lain produk tanpa izin edar, produk kedaluwarsa, label yang tidak lengkap, penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan, serta produk yang menawarkan klaim berlebihan.

 Selain itu, ia menyoroti tantangan pengawasan obat dan makanan di Papua yang memiliki wilayah geografis luas dan beragam, termasuk daerah kepulauan dan wilayah dengan akses transportasi yang terbatas. Menurutnya, perkembangan perdagangan digital juga menjadi tantangan tersendiri karena masyarakat kini dapat membeli produk dari berbagai daerah melalui platform daring.

 “Pengawasan obat dan makanan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, tenaga kesehatan, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Peran masyarakat sangat penting dalam melaporkan produk yang dicurigai tidak memenuhi ketentuan,” jelasnya.

 Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Rachmat Parlindungan, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli produk kesehatan dan kosmetik melalui media sosial maupun marketplace. Menurutnya, masyarakat perlu lebih kritis terhadap berbagai promosi dan klaim yang beredar di dunia digital.

 Ia menegaskan bahwa produk yang mengklaim mampu memberikan hasil secara instan, seperti memutihkan kulit dalam waktu singkat, menurunkan berat badan secara cepat, atau menyembuhkan berbagai penyakit sekaligus, perlu diwaspadai.

 “Masyarakat jangan mudah percaya terhadap klaim yang berlebihan. Semakin luar biasa klaim yang ditawarkan suatu produk, semakin besar pula kewaspadaan yang harus dimiliki. Pastikan produk yang digunakan memiliki informasi yang jelas dan memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Rachmat.

 Pada kesempatan yang sama, Kepala BBPOM di Jayapura kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli atau menggunakan produk obat dan makanan. Cek KLIK merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat untuk memastikan keamanan produk.

 “KLIK merupakan singkatan dari Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Sebelum membeli atau menggunakan suatu produk, masyarakat harus memastikan kemasan dalam kondisi baik, label informasi lengkap, memiliki izin edar yang sah, dan belum melewati masa kedaluwarsa,” jelas Herianto.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kanal informasi resmi BPOM guna melakukan pengecekan izin edar produk serta melaporkan apabila menemukan produk yang dicurigai ilegal atau berbahaya.

Di akhir acara, para narasumber mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memilih produk yang akan digunakan oleh keluarga. Selain itu, pelaku usaha UMKM juga didorong untuk terus berkonsultasi dengan BPOM agar produk lokal Papua dapat memenuhi standar keamanan dan mutu yang dipersyaratkan.

Melalui kegiatan talkshow ini, BBPOM di Jayapura berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan obat dan makanan semakin meningkat, sehingga masyarakat Papua dapat terlindungi dari risiko penggunaan produk yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan manfaat.

Sarana