Jayapura – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencegahan stunting di Papua melalui program edukatif KASBI (Kami Siap Berbagi Informasi). Kali ini, BBPOM di Jayapura berkolaborasi bersama Puskesmas Abepura menyelenggarakan penyuluhan tentang stunting di Posyandu Sepakat I pada Selasa (6/5/2025).
Penyuluhan ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pelayanan rutin Posyandu, yang dihadiri oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu dengan balita. Petugas dari BBPOM di Jayapura berinteraksi langsung dengan warga, menyampaikan materi secara sederhana dan mudah dipahami tentang pentingnya gizi seimbang dan keamanan pangan dalam mencegah stunting.
“Stunting bukan hanya soal tinggi badan anak yang kurang, tapi juga soal perkembangan otak dan daya tahan tubuh yang bisa terganggu. Salah satu penyebabnya adalah makanan yang kurang gizi atau tercemar,” ujar Ririn, salah satu petugas BBPOM di Jayapura.
Dalam penyuluhan ini, masyarakat diberikan pemahaman tentang:
· Pentingnya makanan bergizi dan bersih bagi anak di 1000 hari pertama kehidupan.
· Bahaya makanan tercemar kuman atau bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil.
· Dampak sanitasi buruk, diare berulang, dan infeksi terhadap penyerapan gizi anak yang berujung pada stunting.
Selain materi tentang gizi dan sanitasi, Nugroho, salah satu petugas dari BBPOM di Jayapura, juga memberikan edukasi penting mengenai pemilihan pangan yang aman dan legal. Ia menekankan pentingnya memilih produk yang memiliki izin edar dari BPOM, sebagai jaminan bahwa produk tersebut telah melalui proses pengawasan dan evaluasi keamanan.
“Ibu-ibu harus jadi konsumen cerdas. Jangan asal beli makanan atau obat. Pastikan ada nomor izin edar dari BPOM, supaya kita tahu itu aman. Sekarang juga sudah mudah, tinggal cek pakai aplikasi BPOM Mobile,” ujar Nugroho sambil mendemonstrasikan cara penggunaan aplikasi tersebut.
Dengan menggunakan aplikasi BPOM Mobile, masyarakat dapat memindai kode produk atau memasukkan nomor registrasi untuk memastikan legalitas produk yang dikonsumsi. Edukasi ini mendapat sambutan antusias dari para peserta, yang langsung mencoba mengecek beberapa produk di ponsel mereka.
Petugas juga mengajak para ibu untuk lebih selektif dalam memilih makanan, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta aktif datang ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembang anak.
Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting di Papua, sekaligus bagian dari upaya mewujudkan generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.