BBPOM di Jayapura Dorong Penguatan Industri Obat Tradisional dan Pangan Olahan di Kabupaten Biak Numfor

25-05-2026 Jayapura Dilihat 105 kali

Biak Numfor – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura terus berkomitmen mendorong peningkatan daya saing pelaku usaha obat tradisional dan pangan olahan melalui kegiatan pendampingan serta pembinaan sarana produksi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan lapangan ke sejumlah pelaku usaha obat dan makanan di Kabupaten Biak Numfor pada Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala BBPOM di Jayapura, Herianto Baan didampingi oleh tim Fungsi Pemeriksaan, yaitu Mart Intan Uli dan Gary Rantetadung bertujuan untuk memantau perkembangan sarana produksi sekaligus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan regulasi dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Dalam kegiatan tersebut, tim BBPOM di Jayapura melakukan kunjungan ke sejumlah sarana produksi obat dan makanan di Kabupaten Biak Numfor, yaitu UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Biak Numfor, produsen minyak kayu putih merek FARKIN, CV Alfino, produsen minyak daun bungkus; dan PT Imam Bakso Lestari, produsen bakso.

Pada kunjungan ke UPTD KPHL Biak Numfor, tim BBPOM di Jayapura bertemu dengan Pelaksana Harian Kepala UPTD KPHL Biak untuk membahas tindak lanjut proses perpanjangan Sertifikat Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB). Sertifikasi tersebut merupakan salah satu persyaratan penting dalam menjamin bahwa proses produksi obat bahan alam dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan guna menghasilkan produk yang aman dan bermutu.

Kepala BBPOM di Jayapura menyampaikan bahwa pemenuhan standar produksi dan perizinan merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan usaha serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk obat tradisional lokal.

“Pelaku usaha perlu didukung agar mampu memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya aman dan bermutu, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih baik di pasar,” ujar Herianto.

Sementara itu, pada kunjungan ke CV Alfino, tim BBPOM di Jayapura bertemu langsung dengan pemilik usaha, Alfino. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa sarana produksi telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan telah memperoleh Sertifikat CPOBAB. Saat ini pelaku usaha sedang mempersiapkan proses pengajuan izin edar produk agar dapat dipasarkan secara lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, BBPOM di Jayapura memberikan pendampingan dan arahan terkait tahapan pengurusan izin edar serta berbagai persyaratan yang perlu dipenuhi. Pendampingan ini diharapkan dapat mempercepat proses legalisasi produk sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.

“Kami akan terus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha agar proses pemenuhan persyaratan perizinan dapat berjalan dengan baik. Produk lokal yang telah memenuhi standar mutu perlu didorong agar dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Herianto.

Selanjutnya, tim BBPOM di Jayapura mengunjungi PT Imam Bakso Lestari untuk meninjau perkembangan sarana produksi pangan olahan. Saat ini perusahaan sedang melakukan renovasi fasilitas produksi sebagai bagian dari upaya pemenuhan standar keamanan pangan dan peningkatan kualitas proses produksi.

Selain melakukan peninjauan lapangan, tim BBPOM di Jayapura juga memberikan konsultasi teknis terkait penyusunan denah bangunan dan alur proses produksi yang sesuai dengan prinsip cara produksi pangan olahan yang baik. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan sarana produksi yang dibangun mampu mendukung proses produksi yang aman, efektif, dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Menurut Herianto, keberhasilan pengembangan industri obat tradisional dan pangan olahan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh komitmen pelaku usaha dalam menerapkan standar produksi yang baik serta memenuhi aspek legalitas usaha.

“Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak pelaku usaha di Papua yang mampu memenuhi standar keamanan dan mutu produk. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.

Melalui kegiatan pendampingan dan pembinaan ini, BBPOM di Jayapura berharap semakin banyak pelaku usaha yang mampu memenuhi persyaratan regulasi, menerapkan praktik produksi yang sesuai standar, serta menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing. Dengan demikian, industri obat dan makanan di Papua dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Sarana