Jayapura – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura melaksanakan kegiatan pengawasan keamanan pangan jajanan berbuka puasa (takjil) di Kota Jayapura pada Senin (9/3/2026). Kegiatan ini dilakukan di dua titik penjualan takjil yang ramai dikunjungi masyarakat, yakni Entrop dan Hamadi AL.
Kegiatan pengawasan ini melibatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jayapura yang turut mendampingi petugas dalam melakukan inspeksi keamanan pangan terhadap takjil yang dijual masyarakat selama bulan Ramadan. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pedagang dan masyarakat mengenai pentingnya keamanan pangan.
Pengawasan dilakukan melalui pengambilan sampel dari berbagai jenis takjil yang dijual oleh pedagang di kedua lokasi tersebut. Dalam kegiatan ini, petugas BBPOM di Jayapura mengambil dan menguji 61 sampel takjil menggunakan test kit untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan, seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow.
Berdasarkan hasil pengujian cepat yang dilakukan di lapangan, seluruh 61 sampel yang diperiksa dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) karena tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya.
Kepala BBPOM di Jayapura, Herianto Baan, turut hadir secara langsung mengawal jalannya kegiatan pengawasan di lapangan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BPOM untuk memastikan pangan yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi.
“BPOM ingin memastikan produk yang beredar tidak kadaluarsa dan aman dikonsumsi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir membeli takjil di pasaran,” ujar Herianto saat memantau kegiatan pengawasan.
Selain melakukan pengujian sampel, petugas juga memberikan edukasi kepada para pedagang mengenai pentingnya menjaga kebersihan dalam proses pengolahan pangan, menggunakan bahan yang aman, serta tidak menggunakan bahan tambahan yang dilarang dalam pangan.
Melalui kegiatan pengawasan yang dilakukan secara rutin selama bulan Ramadan, BBPOM di Jayapura berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang karena pangan yang dikonsumsi telah melalui pengawasan keamanan.