BBPOM di Jayapura Gelar Advokasi Lintas Sektor untuk Perkuat Keamanan Pangan

18-03-2025 Jayapura Dilihat 1554 kali

Sentani – Balai Besar POM (BBPOM) di Jayapura terus berupaya memperkuat pengawasan pangan dengan menggelar Kegiatan Advokasi Lintas Sektor di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura pada Rabu (26/02/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BBPOM di Jayapura dalam mengusung Program Prioritas Nasional BPOM, yaitu Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD), Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) dan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) yang akan diintervensi di Kabupaten Jayapura pada tahun 2025.

Penjabat (Pj) Bupati Jayapura, Semuel Siriwa turut hadir dan secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam mendukung pelaksanaan Program Prioritas Nasional yang diinisiasi oleh BPOM. Ia juga menekankan bahwa keamanan pangan merupakan isu yang sangat penting, terutama dalam menjaga kesehatan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kami sangat mendukung program ini karena keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh lintas sektor yang hadir untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan BBPOM di Jayapura dalam memastikan pangan yang beredar aman dan berkualitas,” ujar Semuel.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jayapura juga diperkuat dengan kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie. Dalam kesempatan ini, Khairul Lie menegaskan bahwa pihaknya siap untuk bersinergi dengan BBPOM di Jayapura dalam memastikan setiap kebijakan yang berkaitan dengan keamanan pangan dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.

Berbagai instansi turut serta dalam advokasi ini, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan KB. Selain itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Puskesmas Dosay, Pengelola Pasar Depapre, serta perwakilan dari Kampung Sabron Sari dan Kampung Dosay juga ikut dalam diskusi strategis ini.

Dari sektor pendidikan, beberapa sekolah yang masuk dalam program intervensi tahun 2025 juga mengirimkan perwakilannya, seperti SD Al-Hilal Yapis Sabron Sari, SMP Satap Sabron Sari, SD YPK Waibron, SMP Negeri 3 Dosay, SMA Negeri 2 Maribu, SD INP 1 Depapre, dan SMP Negeri 1 Depapre.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Kepala BBPOM di Jayapura, Hermanto, serta Ketua Tim Infokom BBPOM di Jayapura, Imelda Gunawan. Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat, serta memberikan wawasan mengenai langkah-langkah strategis dalam pengawasan pangan yang aman dan berkualitas.

Hermanto menegaskan bahwa BBPOM di Jayapura siap memberikan pendampingan dan konsultasi kepada pemerintah daerah agar dapat melakukan replikasi dari program ini secara mandiri.

“Kami berharap program yang telah berjalan ini bisa menjadi model yang direplikasi oleh pemerintah daerah. Kami siap mendampingi dan memberikan konsultasi agar nantinya Pemerintah Kabupaten Jayapura dapat melaksanakan program ini dengan pendanaan dan eksekusi secara mandiri. Dengan demikian, program keamanan pangan tidak hanya berkelanjutan tetapi juga menjadi bagian dari kebijakan daerah,” ujar Hermanto.

Dengan kegiatan advokasi ini, BBPOM di Jayapura berharap dapat meningkatkan kesadaran dan keterlibatan aktif dari berbagai pihak dalam menjaga keamanan pangan, sehingga masyarakat dapat mengonsumsi makanan yang aman dan berkualitas tinggi.

Sarana