BBPOM di Jayapura Gelar Bimbingan Teknis Farmakovigilans untuk Pelaporan KTD/ESO bagi Tenaga Kesehatan

25-02-2025 Jayapura Dilihat 1527 kali

Jayapura – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Farmakovigilans pada Kamis (20/02/2025). Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) dan Efek Samping Obat (ESO).

Acara yang dibuka oleh Kepala BBPOM di Jayapura, Hermanto ini, menghadirkan narasumber-narasumber yang berpengalaman di bidang farmakovigilans. Di antaranya adalah Siti Asfijah Abdoellah, Santi Mangisu, Maria Renata Berhitu, dan Meriza Moona Andaryn. Para peserta yang hadir terdiri dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Jayapura.

Dalam sambutannya, Hermanto menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya bersama dalam menjaga keamanan penggunaan obat di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaporan KTD dan ESO, yang sangat penting untuk memastikan keselamatan pasien dan efektivitas pengobatan.

Kegiatan Bimtek ini diisi dengan berbagai materi terkait farmakovigilans, termasuk cara identifikasi, pelaporan, dan penanganan KTD dan ESO. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan dalam pelaporan KTD dan ESO.

Siti Asfijah Abdoellah, salah satu narasumber dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa pelaporan KTD dan ESO merupakan tanggung jawab bersama dari seluruh pihak terkait, termasuk tenaga kesehatan, pasien, dan masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa setiap laporan, sekecil apapun, sangat berharga untuk membantu memahami profil keamanan obat dan mencegah kejadian yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Dengan adanya kegiatan ini, BBPOM di Jayapura berharap dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat serta tenaga kesehatan mengenai pentingnya pelaporan KTD dan ESO. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien di Indonesia.

Sarana