Jayapura - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura menyelenggarakan Pelatihan LC-MS/MS (Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrometry) untuk peningkatan kompetensi pengujian Obat Bahan Alam (OBA) dan Kosmetik. Kegiatan berlangsung selama lima hari dimulai pada tanggal 8 Desember 2025 dan diikuti oleh 9 peserta Pelatihan OBA serta 8 peserta Pelatihan Kosmetik.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari PPPOMN, yaitu Nur Fitria Saraswati selaku narasumber untuk pelatihan Kosmetik , Farida Kurniawati, selaku narasumber untuk pelatihan OBA serta instruktur alat dari Waters, Widi Tri Raharjo.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPOM di Jayapura, Herianto Baan, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada narasumber, teknisi, dan seluruh peserta, serta mengucap syukur atas terselenggaranya pelatihan.
Beliau menekankan bahwa Bimbingan Teknis Pelatihan LCMSMS merupakan langkah penting untuk meningkatkan performa pengujian di BBPOM Jayapura, terlebih karena alat LCMSMS yang digunakan merupakan perangkat baru.
“Diharapkan seluruh peserta dapat memperhatikan setiap tahapan penggunaan alat, sehingga mampu mengoperasikan dan menerapkannya sesuai standar regionalisasi laboratorium Region VIII yang membawahi laboratorium di seluruh wilayah Papua,” ujarnya.
Kepala Balai juga memohon dukungan penuh dari para narasumber serta mendorong peserta untuk aktif berdiskusi. Ia menutup sambutannya dengan permohonan maaf jika terdapat hal yang kurang berkenan serta harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan di unit kerja masing-masing.
Instruktur pelatihan dari PPPOMN, Nur Fitria, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan berbagi ilmu dalam pelatihan ini. Beliau menjelaskan bahwa tujuan Bimtek tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga mendukung penguatan BBPOM di Jayapura sebagai Balai Kordinator di Regional VIII, yaitu region Jayapura. Instruktur mengharapkan peserta dapat melakukan pengujian serta memverifikasi metode tersebut dengan baik, sekaligus aktif selama sesi pembelajaran.
Sementara itu, Instruktur kedua, Farida Kurniawati, menambahkan bahwa pelaksanaan Bimtek tidak hanya menitikberatkan pada pengujian senyawa, tetapi juga mencakup verifikasi metode, yang merupakan prasyarat penting untuk memastikan kemampuan metode analisis yang diaplikasian di Laboratorium.
Ia menekankan bahwa LCMSMS adalah metode yang sangat sensitif sehingga membutuhkan ketelitian tinggi. Narasumber akan memberikan tips dan trik teknis agar pengujian dapat berjalan optimal dan mendukung peningkatan capaian SKL pada lingkup pengujian di BBPOM Jayapura.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini, diikuti dengan sangat antusias oleh seluruh peserta dan hasil evaluasi yang didapatkan semua lulus dengan nilai tertinggi.
Kegiatan Bimtek ini ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber, instruktur, dan peserta atas dedikasi serta semangat selama pelatihan. Diharapkan, hasil Bimtek ini dapat menjadi bekal penting dalam peningkatan kualitas pengujian dan pelayanan pengawasan obat dan makanan di wilayah Indonesia Timur.