Jayapura – Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1446 H, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar Intensifikasi Pengawasan Pangan untuk memastikan keamanan dan mutu produk pangan yang beredar. Sebagai bagian dari upaya ini, Balai Besar POM (BBPOM) di Jayapura melakukan pengawasan takjil di Kota Jayapura pada Jumat (14/03/2025) dengan menyasar pedagang di sekitar Masjid Al Mahdi Mako Lantamal X hingga Terminal 2A Entrop.
Dalam kegiatan ini, petugas BBPOM di Jayapura bersama anggota Pramuka SAKA POM melakukan pembelian dan pengujian 50 sampel jajanan takjil, termasuk gorengan, aneka kue, kolak, agar-agar, cendol, aneka lauk, pentol, serta berbagai minuman. Pengujian dilakukan menggunakan test kit dengan parameter bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow.
Kepala BBPOM di Jayapura, Hermanto, memastikan bahwa dari 50 sampel yang diuji, seluruhnya bebas dari bahan kimia berbahaya dan aman untuk dikonsumsi. "Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua sampel yang kami periksa tidak mengandung zat berbahaya. Namun, kami tetap mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kebersihan makanan, baik dari segi peralatan, tempat jualan, maupun higiene penjual," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengawasan serupa akan terus dilakukan di sejumlah titik penjualan takjil lainnya selama bulan Ramadan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa serta menghindari risiko konsumsi pangan yang berbahaya bagi kesehatan.
Sebagai tambahan, BPOM mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih makanan berbuka puasa. Hindari makanan yang berwarna mencolok tanpa izin edar, memiliki tekstur yang terlalu kenyal atau terlalu keras, serta mengandung aroma yang menyengat, karena dapat menjadi indikasi adanya bahan tambahan berbahaya. Pilihlah takjil yang terbuat dari bahan alami, diolah secara higienis, dan dikemas dengan baik untuk menjaga kesehatan selama Ramadan.