Jayapura – Komitmen Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura dalam membangun budaya integritas dan mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas kembali mendapat apresiasi. Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan studi banding Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Papua, Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman, Kementerian Perumahan, ke BBPOM di Jayapura pada Kamis (2/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula BBPOM di Jayapura ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik baik (best practices) dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Sebanyak 30 peserta dari BP3KP Papua bersama 10 pegawai BBPOM di Jayapura mengikuti kegiatan yang dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan office tour.
Acara dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha mewakili Kepala BBPOM di Jayapura, Nurjaya Kadir, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BP3KP Papua menjadikan BBPOM di Jayapura sebagai salah satu instansi rujukan dalam implementasi Reformasi Birokrasi dan pembangunan Zona Integritas.
Dalam sesi pemaparan, Nurjaya Kadir menguraikan strategi yang diterapkan BBPOM di Jayapura dalam membangun Zona Integritas secara berkelanjutan. Strategi tersebut meliputi penguatan komitmen pimpinan dan seluruh pegawai, internalisasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK, pembentukan budaya integritas, penguatan tata kelola organisasi, pengelolaan sumber daya manusia, peningkatan akuntabilitas kinerja, hingga transformasi pelayanan publik. Ia juga memaparkan berbagai capaian yang berhasil diraih sebagai hasil konsistensi seluruh pegawai dalam mengimplementasikan Reformasi Birokrasi.
"Zona Integritas bukan hanya tentang memenuhi indikator penilaian, tetapi membangun budaya kerja yang berlandaskan integritas, profesionalisme, akuntabilitas, dan orientasi pelayanan. Keberhasilannya ditentukan oleh komitmen bersama seluruh pegawai untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan," ujar Nurjaya Kadir.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Gary Rantetadung yang memperkenalkan berbagai inovasi BBPOM di Jayapura sebagai implementasi nyata Reformasi Birokrasi pada seluruh area perubahan. Ia menjelaskan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik, tetapi juga memperkuat tata kelola organisasi, akuntabilitas kinerja, manajemen sumber daya manusia, manajemen perubahan, serta sistem pengawasan internal.
“Inovasi tersebut sebagai berikut NUTRISI untuk mempercepat penerbitan surat keterangan ahli dalam mendukung proses penegakan hukum, SAGU EMAS PAPUA sebagai program pendampingan UMKM di bidang sediaan farmasi dan pangan olahan agar mampu menghasilkan produk yang aman dan berdaya saing, Sarang Semut yang merupakan kanal pelayanan informasi dan pengaduan masyarakat yang kompherensif, PINANG SIRIH yang mempercepat layanan pengujian narkotika jenis ganja dan sabu hanya dalam satu hari, KASBI sebagai cara menyebarluaskan informasi kepada masyarakat secara cepat dan mudah diakses, SAKTI BERAKHLAK sebagai media internalisasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, BRIDGE FORUM sebagai forum komunikasi, monitoring, dan evaluasi pembangunan Zona Integritas, HIJAU BPOM yang mendorong terbentuknya budaya kerja yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, BARAPEN memfasilitasi kebutuhan fisik, mental dna social pegawai, BALIEM untuk mendukung digitalisasi pengelolaan dokumen mutu, TEMAN BMN guna meningkatkan efektivitas serta akuntabilitas pengelolaan aset negara. TABI yang mendukung perencanaan, monitoring, dan evaluasi kinerja secara lebih terintegrasi, JUBI sebagai bentuk apresiasi terhadap pegawai berprestasi serta KOTEKA yang mendorong peningkatan disiplin pegawai, LAPOR PACE sebagai sarana pelaporan dan penguatan pengawasan, dan CENDRAWASIH BEKEN yang berfungsi sebagai instrumen identifikasi, mitigasi risiko, dan pengendalian benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas.” Jelas Gary.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan dinamis. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai strategi membangun komitmen organisasi, cara menumbuhkan budaya kerja yang berkelanjutan, mekanisme pembentukan tim kerja Zona Integritas, publikasi capaian Reformasi Birokrasi, pengembangan inovasi bersama pemangku kepentingan, penguatan sistem pengawasan sebagai upaya pencegahan korupsi, penerapan sistem penghargaan dan pembinaan pegawai, hingga penyelenggaraan pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kepala subbagian Umum dan Tata Usaha BP3KP Papua, Toga Mulia Pangapol, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat serta keterbukaan BBPOM di Jayapura dalam berbagi pengalaman.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Banyak pembelajaran yang kami peroleh, mulai dari strategi membangun komitmen organisasi, penguatan budaya kerja, pengembangan inovasi, hingga implementasi pembangunan Zona Integritas. Pengalaman ini menjadi referensi yang sangat berharga dalam memperkuat pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan BP3KP Papua," ungkapnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga diajak melakukan office tour untuk melihat secara langsung implementasi pembangunan Zona Integritas di lingkungan BBPOM di Jayapura. Peserta mengunjungi area pelayanan publik, Pojok Reformasi Birokrasi, serta berbagai fasilitas pendukung yang menjadi bagian dari upaya menciptakan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Melalui kegiatan studi banding ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin erat antar instansi pemerintah dalam memperkuat implementasi Reformasi Birokrasi. Pertukaran pengalaman dan praktik baik diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi yang berkelanjutan serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang semakin berkualitas.