BPOM dan Puskesmas Emereuw Kolaborasi Edukasi Gizi Cegah Stunting di Posyandu Boegenviel

20-06-2025 Jayapura Dilihat 308 kali

Jayapura – Balai Besar POM di Jayapura terus memperkuat perannya dalam pencegahan stunting melalui edukasi pangan aman dan bergizi. Pada Sabtu (14/06/2025) BBPOM di Jayapura berkolaborasi dengan Puskesmas Emereuw dalam kegiatan edukatif yang dilaksanakan di Posyandu Prima Boegenviel, Perumnas IV Waena, Kota Jayapura.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KASBI (Kami Siap Berbagi Informasi), yang menyasar masyarakat secara langsung, khususnya ibu hamil dan ibu balita. Dalam sesi penyuluhan, narasumber dari BBPOM di Jayapura, Naila, menekankan pentingnya memilih makanan yang sehat dan bebas dari cemaran. Ia menjelaskan bahwa makanan yang tidak aman dan tidak bergizi dapat menjadi faktor risiko utama terjadinya stunting pada anak.

“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang kurang, tapi juga menyangkut perkembangan otak dan daya tahan tubuh. Salah satu penyebabnya adalah asupan makanan yang tidak sehat atau tercemar,” jelas Naila kepada para pengunjung Posyandu.

Antusiasme masyarakat terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para ibu yang hadir aktif bertanya mengenai berbagai produk pangan, mulai dari keamanan hingga cara konsumsi yang benar. Edukasi ini turut dilengkapi dengan demonstrasi cara mengenali produk pangan yang aman, termasuk tips membaca label dan penggunaan aplikasi BPOM Mobile untuk mengecek izin edar produk.

Pihak Puskesmas Emereuw juga sangat kooperatif dalam mendukung kelancaran kegiatan. Petugas puskesmas membantu mengkoordinir alur pasien sehingga para pengunjung bisa mengikuti penjelasan dengan baik. Kolaborasi ini memperlihatkan sinergi yang solid antara tenaga kesehatan dan BBPOM dalam menyampaikan informasi kesehatan secara efektif kepada masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi BPOM untuk menjangkau masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas, sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan generasi Papua yang sehat dan bebas stunting menuju Indonesia Emas 2045.

Sarana