Keerom – Upaya proaktif dalam menjamin keamanan produk obat dan makanan bagi masyarakat Papua terus digencarkan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura. Guna mewujudkan ekosistem pangan yang aman, bermutu, dan bergizi hingga ke pelosok daerah, tim BBPOM di Jayapura kembali menggelar koordinasi strategis lintas sektor di Kabupaten Keerom (11/6/2026).
Langkah nyata pelindungan masyarakat ini diwujudkan melalui agenda advokasi tingkat tinggi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Keerom. Tim yang ditugaskan melakukan komunikasi dan koordinasi secara langsung dengan jajaran pimpinan daerah, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) serta jajaran pimpinan Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom.
Pertemuan krusial ini membedah sejumlah agenda prioritas, dengan fokus utama pada optimalisasi Pelaksanaan Program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) serta penguatan pilar pengawasan obat dan makanan di wilayah Keerom. Di samping itu, pembahasan juga menyentuh aspek manajerial berupa strategi pengelolaan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik. Hal ini bertujuan agar program pengawasan di daerah dapat tereksekusi secara efektif, efisien, dan berdampak langsung pada terwujudnya masyarakat yang sehat.
Hasil dari advokasi dan sinergi ini membuahkan komitmen institusional yang sangat solid. Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom dan BBPOM di Jayapura bersepakat secara penuh untuk bergandengan tangan dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terpadu di sektor obat dan makanan.
Sebagai bentuk tindak lanjut konkret dan komitmen pelayanan prima (sertifikasi), BBPOM di Jayapura tidak hanya berhenti pada tataran diskusi konseptual. Ke depannya, tim dari BBPOM di Jayapura akan turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan teknis terkait pengisian Tools Penilaian Mandiri Program KKPA kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Keerom.
Intervensi strategis dan pendampingan berkelanjutan ini diharapkan mampu mengakselerasi kemandirian Kabupaten Keerom dalam tata kelola keamanan pangan. Melalui sinergi erat antara pusat dan daerah, BBPOM di Jayapura terus meneguhkan komitmennya: memastikan tidak ada satupun warga Papua yang terancam oleh produk pangan maupun obat yang tidak memenuhi syarat kesehatan.