BBPOM di Jayapura sebagai perpanjangan tangan Badan dari POM RI di wilayah Papua ikut berperan aktif dalam upaya meningkatkan hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Papua New Guinea (PNG). Salah satunya adalah melalui Forum Upaya Peningkatan Hubungan Perdagangan RI – PNG dan Business Meeting Pengusaha Indonesia – Pengusaha PNG di Vanimo, Papua New Guinea yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 13 Agustus 2012.
_x000D_Forum diskusi dan Business Meeting ini dihadiri oleh ± 90 (Sembilan puluh) peserta perwakilan RI dan PNG diantaranya adalah 45 (empat puluh lima) peserta perwakilan dari PNG yang juga termasuk dalam peserta ini adalah Sekda, Kadin, Dinas Karantina, dan Pengusaha asing. Perwakilan dari Indonesia ± 45 (empat puluh lima) orang diantaranya adalah Konsulat RI di PNG, Badan POM RI (Drs. H.G. Kakerissa, Apt/Kepala BBPOM di Jayapura, Anisyah, Ssi., Apt., MP / Kasubdit Penilaian Pangan Khusus, Direktorat Penilaian Keamanan Pangan), Bea cukai, REI, Dinas BKPM propinsi papua, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Papua, Sektor swasta (bank, elektronik, pemasaran).
_x000D_Acara yang berlangsung selama satu hari ini diawali dengan Pembukaan oleh Bapak Jahar Gultom (Konsul RI di Vanimo) dan sambutan dari Sekda Vanimo, Bapak Bonny Leki selaku Kadin PNG dan Bapak John M. Kabay selaku Kadin RI. Kegiatan berikutnya adalah presentasi materi pertemuan yang disampaikan oleh Bapak Purnama (BKPM propinsi Papua), Ibu Anisyah (Badan POM RI) mengenai prosedur pendaftaran produk pangan impor, Bapak Kaleb Worembai (Dinas Perindustrian dan Perdagangan popinsi Papua), yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi perbidang (pangan, bank, real estate, merchandise).
_x000D_Kegiatan ini diadakan oleh konsulat RI di Vanimo sebagai salah satu kegiatan tindak lanjut kunjungan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono ke Papua New Guinea tahun 2010 dalam rangka meningkatkan jalinan kerjasama RI dan PNG di bidang ekonomi, investasi, dan perdagangan._x000D_ Hasil dari kegiatan ini antara lain adalah:
_x000D_- _x000D_
- Dalam waktu dekat akan dibangun proyek ADB untuk memfasilitasi kegiatan perdagangan satu atap di wilayah perbatasan. _x000D_
- Dalam sektor pangan, perdagangan ekspor pangan melalui wilayah perbatasan vanimo PNG – Jayapura mempunyai potensi besar. Masyarakat Vanimo sudah merasakan manfaat yang besar dengan adanya pasar di perbatasan RI - PNG (pasar Skow) karena mudah memperoleh produk pangan yang dibutuhkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga produk pangan tersebut di wilayah PNG. Hal tersebut berdampak terhadap meningkatnya peredaran produk pangan Indonesia di wilayah Vanimo. Produk pangan asal Indonesia dapat masuk ke wilayah Vanimo melalui perbatasan setelah memperoleh persetujuan oleh dinas karantina PNG. _x000D_
- Produk pangan yang masuk ke wilayah jayapura melalui perbatasan antara lain snack dan minuman beralkohol namun tidak untuk dipasarkan di toko/swalayan di Jayapura hanya untuk kalangan terbatas. Importir di Jayapura mempunyai rencana mendaftarkan produk pangan PNG yang beredar di wilayah jayapura tersebut kepada Badan POM namun mempunyai kendala sulitnya memperoleh health certificate atau free of sale dari PNG karena harus diperoleh dari Pemerintahan Pusat di Port Moresby. _x000D_
Dari hasil kegiatan ini jelaslah terlihat bahwa peluang Indonesia mengekspor produk pangan ke PNG sangat besar sehingga perlu mendapat perhatian yang khusus demi meningkatkan ekonomi masyarakat dan pendapatan Negara. Sistem pengawasan perlu lebih ditingkatkan lagi dimana salah satu caranya dengan memberikan dorongan kepada importir untuk melakukan pendaftaran produk pangan dari PNG yang belum terdaftar namun beredar (dan diminati) dan dikonsumsi oleh masyarakat Jayapura dan sekitarnya seperti snack, kornet, dll. sehingga pengawasan dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan terarah.
_x000D__x000D_
BBPOM di Jayapura
_x000D__x000D_ _x000D_ _x000D_