Keerom – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura terus memperkuat pengawasan keamanan pangan selama bulan Ramadan. Pada Rabu (11/3/2026), petugas BBPOM di Jayapura melaksanakan kegiatan pengawasan pangan jajanan berbuka puasa (takjil) di Arso 2, Kabupaten Keerom.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPOM untuk memastikan pangan yang beredar di masyarakat tetap aman dikonsumsi selama Ramadan, khususnya pada sentra penjualan takjil yang ramai dikunjungi masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengambilan dan pengujian 24 sampel takjil dari berbagai jenis pangan yang dijual oleh pedagang di kawasan Arso 2. Sampel yang diperoleh kemudian diuji menggunakan test kit untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan, seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh 24 sampel yang diperiksa dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) karena tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya.
Kegiatan pengawasan ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen BPOM dalam mengawal keamanan pangan yang beredar di masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan ketika permintaan terhadap pangan siap saji dan takjil meningkat.
Selain melakukan pengujian sampel, petugas juga memberikan edukasi kepada para pedagang mengenai pentingnya menjaga kebersihan dalam proses pengolahan pangan, menggunakan bahan yang aman, serta tidak menggunakan bahan tambahan yang dilarang dalam pangan.
Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah, termasuk hingga ke Kabupaten Keerom, BBPOM di Jayapura berupaya memastikan masyarakat dapat memperoleh pangan yang aman, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa khawatir terhadap keamanan takjil yang dikonsumsi.