Jelang Ramadan, BBPOM di Jayapura Intensifkan Pengawasan dan Edukasi Keamanan Pangan

21-03-2025 Jayapura Dilihat 267 kali

Jayapura – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1446 H, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura terus memperkuat pengawasan terhadap pangan olahan. Salah satu langkahnya adalah melalui dialog interaktif bersama RRI Kota Jayapura yang digelar pada Rabu (19/03/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Kepala BBPOM di Jayapura, Hermanto dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Robert L. N. Awi, sebagai narasumber. Keduanya berdialog langsung dengan masyarakat membahas keamanan pangan, khususnya jelang momen konsumsi tinggi di bulan Ramadan.

Dalam sesi tersebut, Hermanto menyampaikan hasil intensifikasi pengawasan pangan olahan yang telah dilakukan BBPOM di Jayapura. Dari 60 sarana yang diperiksa, 55 di antaranya memenuhi ketentuan, sementara 5 sisanya ditemukan menjual produk yang tidak layak konsumsi. Total ditemukan 644 item produk kedaluwarsa, termasuk wafer, biskuit, mie instan, hingga minuman ringan, dengan nilai ekonomi sebesar Rp3,14 juta. Produk-produk tersebut telah dimusnahkan langsung oleh pemilik usaha di hadapan petugas, dan mereka juga telah diberi peringatan.

BBPOM di Jayapura juga turut melakukan pengawasan terhadap makanan berbuka puasa (takjil) di beberapa titik strategis seperti kawasan Entrop dan Abepura. Sebanyak 100 sampel takjil dari 24 pedagang diuji menggunakan test kit untuk mendeteksi zat berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow. Hasilnya menggembirakan, seluruh sampel dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

“Kami bersyukur, semua takjil yang diuji bebas dari bahan berbahaya. Namun masyarakat tetap harus waspada dan memilih makanan secara cermat,” ujar Hermanto.

Talkshow interaktif ini juga menjadi ajang edukasi langsung bagi masyarakat. Salah satu pendengar menanyakan tips memilih takjil yang aman. Menanggapi pertanyaan tersebut, BBPOM di Jayapura memberikan panduan sederhana namun penting, seperti menghindari makanan dengan warna mencolok, aroma menyengat, atau tekstur yang tidak wajar. Pedagang yang menjaga kebersihan dan menggunakan tudung saji juga lebih layak dipilih sebagai tempat membeli takjil.

Lebih lanjut, Hermanto mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli produk pangan, yakni mengecek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Masyarakat juga didorong untuk menjadi konsumen yang aktif dan kritis dengan melaporkan produk mencurigakan atau bertanya seputar keamanan pangan melalui layanan pengaduan di nomor 0822 1772 7111 atau lewat kanal media sosial resmi BBPOM di Jayapura.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Jayapura tidak hanya menyampaikan hasil pengawasan, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan pangan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan bisa menjadi agenda rutin yang berkelanjutan demi mewujudkan perlindungan konsumen yang lebih optimal, khususnya di wilayah Papua.

Sarana