Kegiatan Farmakovigilans Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan di Jayapura

04-09-2025 Jayapura Dilihat 147 kali

Jayapura - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura menyelenggarakan kegiatan farmakovigilans bagi tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai upaya memperkuat sistem pengawasan obat dan meningkatkan keselamatan pasien pada Rabu(27/8/2025). Kegiatan ini dibuka resmi oleh Kepala BBPOM di Jayapura dan menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang farmasi, yakni Santi Mangisu dan Maria Renata Berhitu.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi, pemahaman, serta kesadaran tenaga kesehatan dalam pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) atau Efek Samping Obat (ESO) secara lengkap, akurat, dan sistematis. Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya kualitas laporan ESO sebagai bagian dari pengawalan keamanan obat yang berorientasi pada keselamatan pasien.

Kepala BBPOM di Jayapura, Hermanto menegaskan bahwa pelaporan ESO bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab profesional tenaga kesehatan. “Melalui pelaporan yang baik, kita dapat menjaga keselamatan pasien sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Peserta yang hadir juga menyampaikan pandangan positif atas kegiatan ini. “Dengan sistem farmakovigilans yang baik, kita tidak hanya melindungi pasien, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan,” ungkap salah satu peserta.

Kegiatan farmakovigilans ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara regulator dan tenaga kesehatan, sehingga tercipta sistem pengawasan obat yang lebih tangguh dan responsif di Papua.

Sarana