Monitoring Program Prioritas Nasional, Pemerintah Apresiasi Peran BBPOM Jayapura

31-07-2025 Jayapura Dilihat 208 kali

Sentani - Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura dalam menjalankan tiga Program Prioritas Nasional di wilayah Kabupaten Jayapura, yaitu:

  1. Program Desa Pangan Aman, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa untuk menerapkan prinsip keamanan pangan secara mandiri.
  2. Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, yang bertujuan menciptakan pasar tradisional yang bebas dari pangan mengandung bahan berbahaya melalui peran aktif komunitas pasar.
  3. Intervensi Keamanan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS), yang menargetkan lingkungan sekolah untuk memastikan anak-anak memperoleh jajanan yang aman dan bermutu.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Jayapura, Haris Ricard Yocku, saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Nasional di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Komplek Kantor Bupati Gunung Merah pada Kamis (31/07/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya perhatian terhadap keamanan pangan, terutama di wilayah yang telah menjadi lokus program prioritas nasional. “Kami berterima kasih kepada BBPOM di Jayapura karena telah memberdayakan masyarakat agar sadar akan pentingnya keamanan pangan. Kami harap seluruh OPD undangan menyimak materi dengan baik agar tidak perlu ada pengulangan di kemudian hari,” tegas Haris Yoku.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Jhon Turot, dan Ketua TP PKK Kabupaten Jayapura, Dewi Sartika Sabarani Wonda, bersama perwakilan dari 43 unit lembaga dan instansi lintas sektor yang diundang.

Dalam kegiatan ini, Ketua Tim Fungsi Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jayapura, Imelda Gunawan, memaparkan capaian pelaksanaan program selama tahun berjalan, sekaligus memandu jalannya sesi diskusi. Pada sesi tersebut, para perwakilan dari sekolah, kampung, dan pasar yang menjadi lokus intervensi menyampaikan rencana aksi lanjutan dari masing-masing wilayah. Rencana kerja yang disusun menunjukkan antusiasme dan kesiapan masyarakat serta perangkat daerah dalam melanjutkan program keamanan pangan secara mandiri. Hal ini mencerminkan perlunya harmonisasi lintas sektor agar pelaksanaan program dapat berjalan secara berkelanjutan dan berdampak nyata.

Salah satu sesi diskusi yang mencuri perhatian datang dari Ketua TP PKK Kabupaten Jayapura, Dewi Sartika Sabarani Wonda. Dengan penuh semangat, beliau menyampaikan peran aktifnya sebagai agen penggerak yang terus membangun komunikasi dengan berbagai mitra dan pemangku kepentingan. “Kami mendukung penuh inisiatif BBPOM. Kami akan mengeksplorasi lebih jauh opsi-opsi agar UMKM di Kabupaten Jayapura bisa tumbuh, berkembang, dan memperoleh izin edar dari BPOM,” ujar Dewi.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi proses dan hasil pelaksanaan program, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menyusun rekomendasi pengembangan program ke depan. Dengan semangat kolaboratif yang tinggi, forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus titik awal penguatan sinergi antar sektor dalam mewujudkan pangan aman di Kabupaten Jayapura.

Sarana