Jayapura – Dalam rangka menindaklanjuti amanah dari program regionalisasi laboratorium yaitu menyelenggarakan pelatihan unggulan bagi penguji di regional Jayapura, Balai Besar POM di Jayapura bekerja sama dengan PPSDM POM mengadakan Pelatihan Pengujian DNA Spesifik Spesies. Pelatihan ini mengacu pada kurikulum yang telah disusun oleh PPSDM bersama dengan PPPOMN yang tercantum pada Kepka PPSDM POM No: HK.02.02.9.10.25.182 tentang Kurikulum Pelatihan Pengujian DNA Spesifik Spesies pada Produk Obat dan Makanan. Zeta Rina, selaku Manager of Training (MoT) menyampaikan bahwa kurikulum ini terdiri dari 2 mata pelatihan yaitu mata pelatihan umum yang diselenggarakan secara daring pada 15-17 Oktober 2025 menggunakan LMS Ideas dengan narasumber internal Badan POM dan pihak eksternal dalam hal ini akademisi, serta diikuti oleh 50 peserta perwakilan dari semua regional. Mata pelatihan khusus diberikan secara luring di BBPOM Jayapura pada 20-24 Oktober 2025 dengan fasilitator dari PPPOMN dan diikuti oleh 14 peserta yang berasal dari Balai Besar POM di Jayapura dan 1 orang peserta dari Balai Besar POM di Makassar.
Pelatihan Pengujian DNA ini dibuka oleh Kepala PPSDM POM, Ali Muharam. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan teknologi akan sejalan dengan perkembangan tantangan dalam pengawasan obat dan makanan, maka seluruh pegawai Badan POM wajib melakukan peningkatan kompetensi sesuai tugas dan fungsinya. Melalui pelatihan pengujian DNA ini peserta pelatihan dapat memperkuat pengetahuan dan keterampilan teknik dalam melakukan pengujian DNA pada obat dan makanan. Selama pelatihan peserta akan belajar, diskusi, hingga berbagi pengalaman, sehingga ilmu yg didapat dapat langsung diterapkan di unit masing-masing.
Kepala Balai Besar POM di Jayapura, Herianto Baan, menyampaikan dalam sambutannya bahwa di Indonesia bagian timur pelatihan pengujian DNA sangat perlu untuk memastikan agar produk obat dan makanan bisa dilakukan sehingga dapat memberikan kepastian dan kenyamanan kepada masyarakat di wilayah Papua yang beragama muslim untuk tidak ragu dalam mengonsumsi obat dan makanan yang halal. Jayapura merupakan balai koordinator di regional 8, sehingga pelatihan ini diharapkan mampu menjawab tantangan dalam pemenuhan kompetensi pegawai.
Instruktur pelatihan dari PPPOMN, Febriana Sari, menyampaikan harapannya bahwa ilmu yang dipelajari dalam Pelatihan Pengujian DNA Spesifik Spesies ini bisa diaplikasikan dengan lebih luas serta pengujian DNA ini dapat terstandar dan mengikuti syarat yang berlaku baik pengujian dan penerapan GLP laboratoriumnya. Selama proses pelatihan, peserta sangat responsif dan cukup memahami mekanisme pengujian DNA, apa saja yang menjadi titik kritis dalam pengujian sehingga hasil uji valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui Pelatihan Pengujian DNA Balai Besar POM di Jayapura siap menjadi balai regional yang mandiri yang dapat melakukan pengujian DNA spesifik spesies dan dapat menjadi laboratorium rujukan untuk regional Jayapura.