Keerom - Suasana edukatif dan penuh antusiasme mewarnai rangkaian kegiatan sosialisasi Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan di Kabupaten Keerom. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, pada 13 hingga 17 April 2026, dan dilaksanakan secara bergilir di delapan sekolah yang menjadi peserta.
Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, terlibat aktif dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya hadir untuk mendengarkan materi, tetapi juga berpartisipasi dalam diskusi dan sesi interaktif yang membahas pentingnya keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak delapan sekolah yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini yakni SMP Negeri 3 Arso VI, MTS Al-Muhtadin Arso VI, SD Inpres Arso VI, SMP YPK Betlehem, SD Inpres 2 Arso II, SMA Negeri 1 Swakarsa, SD YPPK Dunumamoy Arso Kota, dan SMK Negeri 1 Arso II.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Keerom, Stely N. Maningka, yang menegaskan pentingnya peran sekolah dalam membangun kebiasaan hidup sehat selain sebagai tempat menimba ilmu. Ia menekankan bahwa kecerdasan anak sangat berkaitan dengan asupan yang aman dan sehat. “Anak-anak kita harus tumbuh cerdas, dan itu dimulai dari makanan yang aman,” ujarnya.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, para siswa dibekali berbagai materi penting, di antaranya 5 Kunci Keamanan Pangan, Cek KLIK, pengenalan aplikasi BPOM Mobile, serta pentingnya memperhatikan informasi nilai gizi pada produk pangan.
Kegiatan berlangsung interaktif dan menyenangkan. Para siswa diajak memahami cara memilih jajanan yang aman, mengenali ciri-ciri makanan yang layak konsumsi, serta pentingnya menjaga kebersihan sebelum makan. Antusiasme peserta terlihat saat sesi tanya jawab berlangsung, di mana siswa aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman.
Diskusi antar siswa pun menjadi salah satu momen menarik. Siswa tingkat SMP mulai menyadari risiko dari makanan dengan warna mencolok, sementara siswa SD berbagi pengalaman membawa bekal sehat dari rumah. Di sisi lain, siswa SMA dan SMK menunjukkan pemikiran yang lebih kritis dengan membahas peran mereka sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga mendorong komitmen bersama dari setiap sekolah untuk membudayakan keamanan pangan. Upaya tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan, mulai dari pengelolaan kantin sekolah, kebiasaan siswa, hingga pengawasan oleh tenaga pendidik.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan lahir kesadaran kolektif untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan peduli terhadap keamanan pangan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.